5 Tools yang Sering Digunakan Android Developer untuk Mengembangkan Aplikasi

Berdasarkan
data yang diperoleh dari
statista.com,
sampai saat ini jumlah aplikasi Android yang tersedia di Google Play Store
sudah mencapai 2,6 juta aplikasi. Diperkirakan jumlah yang ada saat ini akan
bertambah setiap tahunnya.

Melihat
banyaknya minat terhadap aplikasi Android, peran Android developer menjadi semakin
dibutuhkan. Dalam mengembangkan aplikasi, Android developer pada umumnya akan
bekerja dengan bantuan beberapa alat untuk mempermudah pekerjaan mereka.
Berikut beberapa tools yang sering mereka gunakan untuk mengembangkan
aplikasi. 

1.
Android Studio

Android
Studio adalah IDE ( Integrated Development Environment ) resmi dari Google yang
dirancang secara khusus untuk mengembangkan aplikasi Android. Untuk menggunakan
IDE ini, Anda dapat mengunduhnya secara gratis.

Android
Studio dapat menjadi tool yang paling diandalkan developer karena menyediakan
berbagai fitur yang Anda butuhkan untuk membangun aplikasi. IDE ini menyediakan
beragam fitur yang dapat digunakan dengan mudah seperti code editing,
debugging, testing tools, dan lain-lain.  Selain itu, alat ini juga
mendukung SDK dan NDK untuk pengembangan aplikasi native. Pihak Google sendiri
juga selalu berusaha untuk mengoptimasi Android Studio untuk memastikan bahwa
alat ini dapat bekerja dengan baik untuk mempermudah tugas developer.

2.
ADB (Android Debug Bridge)

ADB
(Android Debug Bridge) merupakan salah satu alat yang sering digunakan dalam
proses pengembangan aplikasi Android. Alat ini digunakan untuk berkomunikasi
antara perangkat Android dengan komputer lain. Alat ini juga digunakan selama
proses debugging dan pengujian QA.

Android
Debug Bridge merupakan bagian dari Android SDK yang terdiri dari tiga komponen
yaitu :

        Klien : untuk mengirim perintah

        Daemon : menjalankan perintah dari perangkat

        Server : mengelola komunikasi antara klien dengan daemon

3.
AVD Manager

AVD
Manager adalah tool bawaan dari Android Studio. AVD merupakan singkatan dari
Android Virtual Device, alat ini bekerja sebagai emulator yang digunakan untuk
menjalankan aplikasi Android di kompoter. Dengan AVD Manager, pengembang dapat
menguji kemampuan aplikasi untuk semua perangkat Android yang memiliki ukuran
layar, versi, dan resolusi yang berbeda.

4.
B4A ( Basic4android )

B4A
atau Basic for Android merupakan IDE Android yang memungkinkan developer
mengembangkan aplikasi menggunakan bahasa pemrograman BASIC yang sederhana.
Alat ini memiliki fitur yang dibutuhkan developer untuk mengembangkan semua
jenis aplikasi Android dengan cepat. Beberapa fitur yang akan Anda peroleh
seperti visual editor, step by step debugger, UI cloud service, dan lain-lain.
B4A merupakan tool berbayar, namun Anda dapat mencobanya secara gratis dengan
mengunduh versi  trial.

5.
Fabric

Fabric
merupakan tool yang dapat membantu Android developer untuk membangun aplikasi
seluler, mempelajari kebutuhan pengguna secara real time, sekaligus membantu
mengembangkan bisnis berdasarkan data analisis yang disediakan. Alat ini akan
membantu Anda sejak aplikasi dibangun sampai aplikasi diluncurkan.

Baca Juga: Aplikasi Android VS IOS. Platform Mana yang Harus Dibuat Pertama Kali?

Layanan
WDI

WDI
atau Web Developer Indonesia menyediakan daftar Android developer profesional
yang akan membantu proses pengembangan aplikasi seluler Anda. Jika saat ini
perusahaan Anda membutuhkan jasa pengembangan aplikasi, silakan kunjungi daftar
Perusahaan Web Developer kami dan pilih kategori
Mobile ApplicationDevelopment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Seputar Web Developer

Software & Hardware

Apa Itu Application Layer ? Apa Saja Fungsinya ?

Baca
Software & Hardware

Langkah-langkah dan Cara Mengatasi HP Bootloop pada Xiaomi

Baca
Software & Hardware

Apa itu Web Framework ?

Baca
Software & Hardware

Apa Itu Progressive Web Apps ( PWA ) ?

Baca