Mengetahui Apa Fungsi Open Graph & Bagaimana Cara Penulisannya

Mengetahui Apa Fungsi Open Graph & Bagaimana Cara Penulisannya

Agar konten yang Anda buat dapat dijangkau oleh banyak audiens, Anda dapat memanfaatkan fungsi Open Graph. Open Graph dapat membuat konten Anda menjadi lebih banyak diklik dan dibagikan di platform media sosial.

Sampai saat ini, media sosial masih menjadi salah satu faktor yang menyumbang lalu lintas website. Dengan mengetahui fungsi Open Graph, Anda dapat memasarkan konten website dengan baik untuk menghasilkan lebih banyak konversi. Menambahkan tag Open Graph ke dalam situs web Anda memang tidak akan secara langsung mempengaruhi SEO, namun hal ini dapat mempengaruhi kinerja dari link Anda di media sosial.

Pengertian dan Fungsi Open Graph

Open Graph merupakan protokol atau seperangkat aturan yang digunakan untuk mengintegrasikan halaman website ke dalam grafik sosial. Dengan Open Graph, maka Anda dapat mengontrol konten seperti apa yang akan ditampilkan ketika situs web Anda dibagikan melalui Facebook atau platform media sosial lainnya. Jika Anda tidak memperhatikan dan mengelola Open Graph ini, maka kemungkinan besar gambar atau judul yang tidak relevan akan ditampilkan ketika URL web Anda dibagikan.

Protokol ini pertama kali diperkenalkan oleh Facebook pada tahun 2010 namun saat ini sudah dikelola oleh Open Web Foundation. Fungsi Open Graph ini adalah untuk mengontrol apa yang dilihat audiens ketika mereka membagikan link situs web Anda. Dengan menambahkan konten relevan berupa gambar atau judul yang menarik, maka Anda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendorong audiens agar membuka link yang telah dibagikan di berbagai platform media sosial.

Anda dapat menemukan Open Graph ini pada bagian <head> dari kode situs website. Setiap tag dengan og: sebelum nama properti merupakan tag Open Graph. Jika Anda tidak dapat mengelola kode website sendiri, maka Anda dapat meminta bantuan dari pihak pengembang untuk mengaturnya.

Baca Juga: Cara Menggunakan FB Debugger untuk Mengontrol Tampilan Link Preview

fungsi open graph

Cara Penulisan Open Graph

Terdapat beberapa tag Open Graph dasar yang umum digunakan, yaitu :

og:url

Tag ini digunakan untuk mengatur canonical URL untuk halaman yang ingin Anda bagikan. Anda dapat menentukan satu halaman  untuk digunakan sebagai ID permanen dalam grafik.

Contoh:

<meta property = ”og: url” content = ”http://www.contohwebsite.com” />

og:title

Tag ini untuk menjelaskan judul dari konten yang ingin Anda bagikan. Fungsi Open Graph title hampir sama dengan fungsi pada tag meta title di kode website Anda. Bahkan, ketika Facebook tidak menemukan og:title tag di halaman Anda, maka Facebook akan menggunakan meta title sebagai penggantinya.

Seperti yang Anda ketahui, judul memiliki peran penting untuk menarik perhatian target audiens, jadi Anda harus membuat judul yang dapat mendorong audiens untuk membuka link yang dibagikan. Tidak ada batasan jumlah karakter dalam pembuatan judul, namun sebaiknya jumlah karakter yang digunakan adalah antara 60 dan 90.

Contoh:

<meta property = "og: title" content = "Contoh Judul Konten yang Menarik" />

og:description

Penulisan Open Graph untuk Tag og:description memiliki fungsi yang hampir sama dengan tag meta description dalam HTML. Di sini Anda dapat mendeskripsikan secara singkat mengenai konten yang Anda bagikan. Jumlah karakter yang dapat Anda gunakan untuk membuat deskripsi adalah sekitar 200.

Contoh:

<meta property=”og:description” content=” Silakan buat deskripsi singkat namun menarik agar audiens tertarik dengan konten yang Anda bagikan di sini.” />

og:image

Tag og image menjadi perhatian banyak pemilik website. Dengan menampilkan gambar yang relevan, berkualitas, dan menarik maka Anda dapat menghasilkan konversi yang lebih tinggi. Anda juga perlu memastikan bahwa Anda sudah mengatur tag og image menggunakan gambar yang Anda inginkan karena terkadang Facebook menampilkan gambar yang tidak sesuai dengan konten yang Anda bagikan.Resolusi gambar yang direkomendasikan untuk og image adalah 1200 piksel x 627 piksel dan tidak lebih dari 5MB.

Perlu diketahui, jika halaman web Anda adalah web statis dan tidak menggunakan Content Management System (CMS) maka Anda perlu mengubah og:image secara manual untuk setiap halaman. Namun jika situs web Anda dikontrol dengan CMS dan Anda menginstal plugin yang relevan, maka tag og: image dapat ditetapkan secara otomatis untuk setiap halaman.

Contoh:

<meta property = ”og: image” content = ”http://www.contohwebsite.com/nama-gambar.jpg” />

og:type

Tag og:type digunakan untuk menggambarkan jenis objek yang Anda bagikan seperti blog post, video, gambar, atau yang lain. Informasi untuk mengetahui daftar tipe objek dapat Anda lihat di ogp.me. Jika Anda tidak menentukan tipe yang digunakan, secara default Facebook akan membacanya sebagai tipe “website”.

Contoh:

<meta property=”og:type” content=”website” />

Baca Juga: Cara Menggunakan FB Debugger untuk Mengontrol Tampilan Link Preview

Tag Open Graph Tambahan

Untuk meningkatkan distribusi konten Anda di media sosial, Anda juga bisa mengatur menggunakan tag og yang lain. Beberapa tag ini dapat memberikan spesifikasi yang lebih mendalam.

· og:locale digunakan untuk menentukan bahasa. Bahasa default yang digunakan adalah American English.

· og:site_name dapat ditambahkan jika halaman atau objek yang Anda bagikan adalah bagian dari website yang lebih besar.

· og:audio atau og:video untuk menambahkan file audio atau video pada objek yang Anda bagikan.

· fb:app_id digunakan untuk menautkan objek dengan aplikasi Facebook.

Berita Seputar Web Developer

Tips & Tricks

Apa Fungsi Canonical dalam Proses Optimasi SEO?

Baca
Tips & Tricks

3 Alasan Mengapa Perusahaan Anda Membutuhkan Jasa Cyber Security 

Baca
Tips & Tricks

7 Rekomendasi Aplikasi Chat Selain Whatsapp yang Bisa Anda Gunakan

Baca
Technology Information

Apa Pengertian Breadcrumbs? Mengapa Penting untuk SEO ?

Baca