Mengenal Penggunaan Backlinks pada Black Hat Google SEO

Cara meningkatkan SEO Google dibagi menjadi dua, yaitu White Hat SEO dan Black Hat SEO.. White Hat SEO adalah peningkatan jumlah konten yang berguna bagi User dalam melakukan pencarian, sedangkan Black Hat SEO adalah peningkatan posisi pada mesin pencarian dengan memanfaatkan penggunaan backlinks sebanyak-banyaknya. Sebelum White Hat SEO populer seperti saat ini, Black Hat SEO merupakan cara peningkatan Google SEO yang mendominasi dan banyak digunakan. Berikut penjelasan mengenai asal usul penggunaan backlinks di Google serta penggunaannya oleh Black Hat SEO.

Penggunaan Backlink pada Google

Pada awalnya, Google memasukkan algoritma yang menitikberatkan pada penggunaan backlinks. Hal ini dilakukan oleh Google  untuk membedakan website mana yang berguna dan menarik bagi users. Pada saat itu, penilaian tidak dapat dilakukan berdasarkan standar manusia sehingga backlinks digunakan sebagai basis algoritma penilaian.

Algoritma ini terinspirasi dari penggunaan kutipan pada makalah akademik. Dalam dunia penelitian, artikel yang dikutip oleh banyak peneliti akan mempunyai nilai yang lebih tinggi. 

“Jika artikel A dicantumkan oleh lebih banyak link daripada artikel B, maka orang akan berasumsi bahwa artikel A lebih berguna atau menarik karena banyak link yang memakai artikel tersebut.”

Dengan memanfaatkan algoritma ini, Google menjadi mesin pencarian terpopuler dan mendapatkan banyak respon positif dari pemilik website karena mudahnya penggunaan dibandingkan mesin pencarian lain.

Baca Juga: 3 Trick SEO Optimization yang Bisa Anda Lakukan Sendiri

Munculnya Perusahaan Black Hat yang Merajalela

Black Hat SEO menyalahgunakan algoritma ini dengan memasukkan backlinks sebanyak-banyaknya pada sebuah halaman sehingga terlihat seperti halaman yang berkualitas. Karena pembuatannya yang mudah, tidak memakan waktu, dan tidak ada penalti, banyak perusahaan yang menggunakan cara ini. Para pemilik website tidak perlu memikirkan pembuatan konten yang bagus, karena perusahaan Black Hat dapat memproduksi masal link untuk meningkatkan performa website. Hal ini mengakibatkan peringkat atas di pencarian dikuasai oleh halaman web yang menggunakan Black Hat SEO dan mengalahkan halaman web yang berkualitas. 

Untuk menanggulanginya, Google akhirnya meluncurkan Penguin Update dan Panda Update. Penguin Update adalah algoritma yang mengawasi backlinks gratis maupun berbayar, dan Panda Update adalah algoritma yang mengawasi konten salinan dari situs lain maupun konten berkualitas rendah yang tidak berarti bagi user. Setelah Google SEO mengimplementasikan kedua algoritma ini, maka banyak website yang hancur karena tidak dapat ditampilkan dalam mesin pencarian sebagai bentuk penalti. 

Persyaratan Google SEO sampai saat ini terus berkembang sehingga banyak pemilik website yang memutuskan untuk menggunakan White Hat SEO. Beberapa teknik White Hat SEO adalah dengan penggunaan keyword, link building, pembuatan konten yang berkualitas, mobile friendly dan lain-lain.

Baca Juga: Belajar SEO On Page untuk Pemula

Layanan WDI

WDI menyediakan daftar perusahaan web developer dengan berbagai layanan mulai dari web development, web design, digital marketing, dan lain-lain. Anda juga bisa mengunjungi halaman karir kami untuk mendapatkan informasi lowongan kerja web developer di berbagai perusahan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Seputar Web Developer

Tips & Tricks

Mengenal Model Marketing AIDA: Apa Itu AIDA ?

Baca
Tips & Tricks

4 Langkah dan Tips untuk Menjadi Programer Dasar

Baca
Tips & Tricks

Mengenal 5 Teknik dan Macam-macam Angle Fotografi

Baca