Panduan Penggunaan Shutter Speed untuk Fotografer Pemula

shutter speed

Shutter speed (SS) adalah durasi kamera ketika membuka sensor untuk menyerap cahaya. Semakin lama durasi yang digunakan, maka semakin banyak cahaya yang masuk sehingga foto yang dihasilkan akan terlihat bertambah terang.

Pengaturan shutter speed yang disediakan pada kamera biasanya bernilai kelipatan, seperti 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30, dan seterusnya. Semakin besar pembaginya maka akan semakin cepat speed shutternya, contoh 1/1000 lebih cepat dari 1/30.

Pengaturan shutter menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi hasil foto. Oleh karenanya, Anda harus mempelajari bagaimana cara mengatur shutter speed yang baik agar foto yang dihasilkan menjadi lebih maksimal.

Tips Penggunaan Shutter Speed

1. Untuk membekukan objek yang bergerak

Shutter Speed dapat Anda gunakan untuk membekukan gerakan objek foto. Semakin cepat gerakan objek, maka pengaturan shutter yang dibutukan juga semakin cepat. Sebagai contoh, jika Anda ingin menangkap gambar dengan objek seoerti ombak yang memecah batu karang, Anda dapat memilih speed 1/500. Namun jika Anda ingin mengambil gambar dengan objek mobil yang berjalan dengan cepat, Anda dapat menggunakan speed 1/1000. Untuk menghasilkan foto yang baik, ketika mengambil foto Anda juga harus memastikan bahwa titik fokus tetap berada pada objek yang bergerak.

Baca Juga: Tips Mobile Photography untuk Menghasilkan Foto Berkualitas

2. Membuat efek blur yang unik

Selain berguna untuk membekukan gerakan objek, pengaturan ini juga bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan efek blur yang lembut. Sebagai contoh, jika Anda ingin memotret pemandangan air terjun dengan aliran air yang terlihat lembut, Anda dapat menggunakan pengaturan shutter speed lambat seperti 1/15 detik. Anda dapat menggunakan tripod ketika memotret agar foto yang dihasilkan tidak terlihat goyang dan tetap tajam.

Sumber: pexels.com

3. Membuat foto panning

Panning merupakan salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gambar. Teknik ini dilakukan dengan cara menggerakkan kamera searah dengan gerakan objek. Dengan teknik panning, Anda dapat menghasilkan foto dengan objek yang tampak fokus sementara background akan terlihat kabur. Jika Anda ingin memotret foto panning untuk balap mobil atau motor, Anda dapat memilih speed 1/60 hingga 1/250 detik. Berikut speed yang bisa dipilih untuk beberapa kondisi:

– Orang jogging atau sedang berjalan, ss 1/20 detik.

– Orang bersepeda, ss 1/30 sampai 1/50 detik.

Baca Juga: 3 Kelebihan Ketika Menggunakan Format RAW Saat Pemotretan

WDI merupakan website penyedia informasi terlengkap. Temukan informasi menarik lainnya di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Seputar Web Developer