Penjelasan dan Faktor yang Menyebabkan Bounce Rate Tinggi

Google analytic menyediakan beragam informasi yang dapat Anda gunakan untuk mengoptimalkan bisnis Anda. Dari Google Analytics, Anda dapat mengetahui jumlah pengunjung web Anda, content apa saja yang mereka suka, dan lain-lain. Salah satu informasi yang dapat Anda gunakan untuk mengoptimalkan website adalah dengan melihat persentase bounce rate.

Apa itu Bounce Rate ?

Bounce rate adalah istilah yang digunakan untuk menampilkan jumlah persentase kunjungan yang hanya membuka 1 halaman web saja. Dengan kata lain, pengunjung tidak membuka link-link lain yang berada di dalam website Anda. Anda dapat menggunakannya ini sebagai metrik untuk mengetahui kualitas web Anda. Semakin banyak pengunjung web yang meninggalkan website hanya dengan satu kunjungan halaman web saja, maka semakin tinggi juga persentasi bounce rate Anda. Dengan demikian, Anda harus menjaga persentase tetap di angka yang rendah.

Website dengan rasio bounce yang tinggi, menandakan 3 hal, yaitu :

1. Kualitas web yang rendah.

2. Pengunjung web tidak sesuai dengan web yang Anda buat, sehingga pengunjung tidak bisa banyak terlibat dengan konten

3.Pengunjung web telah menemukan informasi yang mereka butuhkan hanya dari 1 halaman web saja. 

Untuk menghindari hal tersebut, berikut kami informasikan lebih lanjut beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya.

1. Waktu loading halaman web yang lama

Google sudah menginformasikan, bahwa kecepatan akses website juga dapat mempengaruhi algoritma untuk menentukan peringkat web. Hal ini karena Google menyadari bahwa akses yang lambat dapat memberikan pengalaman buruk bagi pengunjung. Mereka akan segera menutup dan keluar dari web jika halaman membutuhkan waktu yang lama untuk ditampilkan.

Baca Juga: 4 Faktor yang Mempengaruhi Page Speed Halaman Web

2. Desain user experience yang buruk

Desain UX yang baik dapat membuat nyaman pengunjung website. Jika web memiliki navigasi yang rumit, fitur yang membingungkan, serta informasi yang tidak jelas, maka pengunjung akan kesulitan untuk menjelajah isi web dan pada akhirnya mereka meninggalkan halaman web Anda.

3. Judul dan meta description yang tidak sesuai

Anda dapat menanyakan pada diri Anda sendiri, apakah judul dan meta description sudah sesuai dengan konten yang Anda buat ? Pengunjung pada umunya akan melihat sebuah informasi karena tertarik dengan judul atau meta description yang Anda buat. Jika mereka membuka link konten dan menemukan hal yang tidak sesuai dengan harapan mereka, maka pengunjung akan segara keluar dari halaman web Anda.

4. Blank page atau terdapat kesalahan teknis

Jika website Anda memiliki nilai persentase bounce rate yang sangat tinggi, serta melihat waktu yang digunakan pengunjung hanya mencapai beberapa detik, maka kemungkinan terdapat halaman yang kosong, konten tidak dapat dimuat dengan sempurna, atau munculnya halaman error atau halaman 404. Ketika kondisi ini terjadi, Anda harus segera memperbaikinya karena dapat mempengaruhi Google untuk menurunkan peringkat website Anda di mesin pencari.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Error 404 Not Found

5. Pengaturan external link

External link yang Anda pasang di awal konten, atau external link yang Anda buat terbuka di tab atau halaman yang sama juga dapat mempengaruhinya. Selain itu, penggunaan external link juga akan mempengaruhi page exit yang tinggi. Sebaiknya jika Anda ingin membuat external link di halaman konten, maka link dapat Anda atur untuk dapat terbuka di tab baru sehingga pengunjung masih bisa berada di dalam web Anda untuk mengeksplorasi halaman lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Seputar Web Developer

Tips & Tricks

4 Langkah dan Tips untuk Menjadi Programer Dasar

Baca
Tips & Tricks

Mengenal 5 Teknik dan Macam-macam Angle Fotografi

Baca
Software & Hardware

Langkah-langkah dan Cara Mengatasi HP Bootloop pada Xiaomi

Baca