Text Spoofing: Pengertian, Cara Menggunakan, Serta Legalitasnya

Text Spoofing: Pengertian, Cara Menggunakan, Serta Legalitasnya

Seiring dengan perkembangan platform digital, teknik spoofing juga semakin beragam. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah text spoofing. Teknik ini sebenarnya dapat membantu ketika Anda ingin mengirim pesan namun tidak ingin jika ID atau nomor telepon Anda diketahui orang lain.

Namun sayangnya, banyak spammer atau orang yang tidak bertanggung jawab menggunakan teknik ini untuk merugikan orang lain. Sebelum membahas lebih jauh mengenai text spoofing, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengetahui apa itu spoofing.

Apa itu Spoofing?

Spoofing adalah suatu teknik yang dilakukan seseorang untuk berpura-pura menjadi seseorang atau sesuatu dengan menyembunyikan identitas sebenarnya. Biasanya teknik ini digunakan oleh hacker agar mendapat kepercayaan dari target serangan sehingga mereka bisa mendapat akses ke suatu sistem, mencuri data, atau menyebarkan malware.

Terdapat beberapa jenis spoofing yaitu:

  • Email spoofing :

Email spoofing adalah ketika seseorang mengirim email dengan alamat pengirim yang palsu. Biasanya teknik ini sering digunakan untuk melakukan serangan phishing.

  • Website atau URL spoofing :

Website atau URL spoofing digunakan untuk membuat situs web palsu terlihat seperti situs yang sah.

  • Caller ID spoofing :

Caller ID spoofing terjadi ketika seseorang mengubah informasi ID penelepon yang asli untuk menyamarkan identitas yang sebenarnya.

  • GPS spoofing :

GPS spoofing digunakan untuk mengelabui GPS suatu perangkat agar perangkat berpikir Anda sedang berada di satu lokasi namun sebenarnya Anda berada di lokasi yang lain.

  • IP spoofing :

IP spoofing digunakan ketika seseorang ingin menyembunyikan lokasi dari mana mereka mengirim atau meminta data secara online.

Baca Juga: Pengertian dan Jenis–jenis Spoofing Serta Cara Mencegahnya

text spoofing

Pengertian Text Spoofing

Text spoofing atau juga dikenal dengan istilah SMS spoofing merupakan suatu teknik yang memungkinkan Anda untuk mengubah informasi nomor telpon serta ID pengirim ketika Anda mengirim pesan teks (SMS). Teknik ini biasanya digunakan ketika Anda ingin mengirim pesan ke perangkat seluler. Ketika Anda mengirim pesan menggunakan teknik ini, maka nomor ponsel asli pengirim akan diganti dengan teks alfanumerik. Teknik spoofing ini juga digunakan oleh beberapa perusahaan untuk tujuan pemasaran. Ketika mereka mengirim pesan ke konsumen, mereka mengganti nomor asli menggunakan nomor yang lebih pendek atau dengan ID nama perusahaan.

Bagaimana cara menggunakan teknik text spoofing?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, teknik ini memungkinkan Anda untuk bisa mengirim pesan dengan berpura-pura menjadi seseorang atau suatu organisasi. Di era yang sudah canggih seperti sekarang, teknik spoofing ini mudah untuk dilakukan.

Di Kali Linux terdapat SMS spoofing tool dalam Social Engineer Toolkit. Alat tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengirim pesan ke seseorang menggunakan nomor telepon atau identitas apapun yang Anda inginkan.

Selain menggunakan Social-Engineer Toolkit dari Kali Linux, teknik spoofing ini juga dapat dilakukan dengan layanan online. Anda dapat menemukan banyak situs website yang menawarkan layanan berbayar untuk melakukan spoofing. Platform web tersebut sangat mudah digunakan bahkan oleh orang awam sekalipun.

Apakah Text Spoofing Boleh Dilakukan ?

Meski pun teknik ini terdengar jahat, namun terdapat beberapa alasan mengapa teknik ini masih boleh dipergunakan. Oleh karena itu, legalitas penggunaan teknik spoofing bervariasi secara global.  Australia adalah salah satu negara yang melarang praktik spoofing .

Contoh Penggunaan Spoofing yang Diperblehkan

1. Layanan Bulk SMS

Bulk SMS merupakan layanan pengiriman SMS satu arah dalam jumlah besar. Biasanya layanan ini mengirim SMS melalui jaringan komputer sehingga teknik spoofing diperlukan agar penerima pesan dapat mengidentifikasi siapa pengirimnya.

2. Mengirim Pesan Resmi

Ketika suatu organisasi atau perusahaan ingin mengirim pesan ke pelanggan, mereka dapat mengubah ID pengirim dari nomor acak menjadi nama resmi perusahaan. Perusahaan juga dapat mengganti nomor pengirim dengan nomor lain yang relevan dengan nomor layanan perusahaan. Hal ini dilakukan agar pesan terlihat profesional dan pelanggan mudah untuk mengenalinya.

3. Melindungi identitas pengirim

Terkadang terdapat suatu kondisi dimana pengirim tidak ingin diketahui identitas aslinya. Oleh karena itu teknik ini digunakan untuk melindungi identitas pengirim.

Contoh Penggunaan Spoofing yang Dilarang

Meski pun untuk beberapa pihak spoofing sangat berguna, namun sayangnya tidak sedikit yang menyalahgunakan teknik tersebut. Berikut beberapa penggunaan spoofing yang tidak diperbolehkan.

1. Mendapat informasi sensitif

Peretas biasanya menggunakan teknik ini untuk mencuri informasi pribadi dari seseorang. Mereka akan mengubah identitasnya menyerupai perusahaan atau organisasi sah kemudian meminta target untuk membuka suatu link agar korban mengirim data-data sensitifnya.

2. Menyebarkan malware

Peretas juga menggunakan teknik ini untuk menyebarkan malware atau virus. Mereka akan menyamar menjadi pihak lain dan mengirim link berbahaya. Jika Anda membuka link tersebut, maka malware akan terinstal di perangkat Anda.

3. Mengirim bukti transaksi palsu

Hal berbahaya lainnya yang dapat dilakukan seseorang dengan teknik ini adalah mengirim bukti transaksi palsu. Teknik ini biasanya dilakukan untuk mengelabui pemilik toko dan membuatnya percaya bahwa penipu telah melakukan pembayaran. Ketika penipu mengetahui nomor telepon yang terhubung dengan akun bank, mereka dapat mengirim pesan palsu yang menyerupai bukti transaksi pembayaran.

Baca Juga: 5 Cara Untuk Mengatasi Cyber Crime Yang Tepat

Berita Seputar Web Developer

Software & Hardware

Mengetahui Apa Pengertian dan Fungsi Content Pruning

Baca
Technology Information

Mengetahui Apa Fungsi Open Graph & Bagaimana Cara Penulisannya

Baca